Cerita singkat bilangan yang hilang
Bilangan genap 1 – 20 ketika itu sedang berkumpul, tiba- tiba ketua
bilangan riil meminta untuk bilangan genap berbaris. Para bilangan
genappun segera berbaris. Saat itun sang ketua bilangan riil menghitung
jumlah bilangan genap yang berbaris.
Bilangan genap merasa ada kawannya yang hilang mereka bingung dan takut dimarahi oleh bilangan riil. Kemudian bilangan riil mulai menghitung. Ternyata setelah dihitung hanya ada 9 bilangan genap tanpa angka nol. Bilangan riilpun marah, dan segera menyuruh bilangan genap lain untuk mencari bilangan yang hilang.
Mereka bingung bilangan berapa yang hilang sebenarnya. Tiba-tiba di tengah keributan perdebatan itu, bilangan 2 mengemukakan pendapat. Bagaimana kalau kita tentukan sebenarnya siapa yang tidak hadir.
Idenya langsung disambut hangat, 2 meminta teman-temannya berjejer dari bilangan terkecil sampai terbesar. Ternyata urutan terakhir yang belum ada. Kemudian mereka menggunakan rumus baris dan deret. Untuk menentukan bilangan yang hilang adalah dengan cara Bilangan selanjutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya ditambah dua. Bilangan terakhir adalah 16 maka bilangan yang hilang itu adalah bilangan 16 + 2 = 18.
Kabar itupun segera dilaporkan pada bilangan riil. Ternyata bilangan ril itu baru sadar kalau dia adalah bilangan yang hilang tersebut karna dia adalah bilangan 18 yang merupaka ketua himpunan bilangan riil.
Bilangan genap 1 – 20 ketika itu sedang berkumpul, tiba- tiba ketua
bilangan riil meminta untuk bilangan genap berbaris. Para bilangan
genappun segera berbaris. Saat itun sang ketua bilangan riil menghitung
jumlah bilangan genap yang berbaris.Bilangan genap merasa ada kawannya yang hilang mereka bingung dan takut dimarahi oleh bilangan riil. Kemudian bilangan riil mulai menghitung. Ternyata setelah dihitung hanya ada 9 bilangan genap tanpa angka nol. Bilangan riilpun marah, dan segera menyuruh bilangan genap lain untuk mencari bilangan yang hilang.
Mereka bingung bilangan berapa yang hilang sebenarnya. Tiba-tiba di tengah keributan perdebatan itu, bilangan 2 mengemukakan pendapat. Bagaimana kalau kita tentukan sebenarnya siapa yang tidak hadir.
Idenya langsung disambut hangat, 2 meminta teman-temannya berjejer dari bilangan terkecil sampai terbesar. Ternyata urutan terakhir yang belum ada. Kemudian mereka menggunakan rumus baris dan deret. Untuk menentukan bilangan yang hilang adalah dengan cara Bilangan selanjutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya ditambah dua. Bilangan terakhir adalah 16 maka bilangan yang hilang itu adalah bilangan 16 + 2 = 18.
Kabar itupun segera dilaporkan pada bilangan riil. Ternyata bilangan ril itu baru sadar kalau dia adalah bilangan yang hilang tersebut karna dia adalah bilangan 18 yang merupaka ketua himpunan bilangan riil.
Bilangan genap merasa ada kawannya yang hilang mereka bingung dan takut dimarahi oleh bilangan riil. Kemudian bilangan riil mulai menghitung. Ternyata setelah dihitung hanya ada 9 bilangan genap tanpa angka nol. Bilangan riilpun marah, dan segera menyuruh bilangan genap lain untuk mencari bilangan yang hilang.
Mereka bingung bilangan berapa yang hilang sebenarnya. Tiba-tiba di tengah keributan perdebatan itu, bilangan 2 mengemukakan pendapat. Bagaimana kalau kita tentukan sebenarnya siapa yang tidak hadir.
Idenya langsung disambut hangat, 2 meminta teman-temannya berjejer dari bilangan terkecil sampai terbesar. Ternyata urutan terakhir yang belum ada. Kemudian mereka menggunakan rumus baris dan deret. Untuk menentukan bilangan yang hilang adalah dengan cara Bilangan selanjutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya ditambah dua. Bilangan terakhir adalah 16 maka bilangan yang hilang itu adalah bilangan 16 + 2 = 18.
Kabar itupun segera dilaporkan pada bilangan riil. Ternyata bilangan ril itu baru sadar kalau dia adalah bilangan yang hilang tersebut karna dia adalah bilangan 18 yang merupaka ketua himpunan bilangan riil.
By : Ririn Ayu Novella
Tidak ada komentar:
Posting Komentar