Senin, 30 November 2015

pantun matematika

Pantun Matematika

Sungguh enak buah pepaya
Lebih enak buah serikaya
Sungguh rumit rumus Matematika
Tak serumit kisah cinta kita

Ada monyet makan buah
Buah yang dimakan banyak ulatnya
Matematika tidaklah susah
Bila kita terus berusaha

5 x 5 = 25
25 : 5 = 5
Yuk kawan semua
Mari kita belajar matematika

Jalan-jalan kepasar menuju utara
Jalan kesana hati pun risau
Trigonometri sudut istimewa
Belum belajar saja sudah bikin galau

cinta bagaikan matematika yang sulit

Cinta Ibarat Matematika

by : Ririn Ayu Novella Sinaga

Matematika...
Sebuah peluang yang terdapat di dalam matematika
Terkadang di dalamnya ada sebuah jawaban
Terkadang juga membuat pusing

Namun semua itu kita bagaikan seperti Trigonometri
Sangat sulit untuk ditebak dan mencari jawabannya
Kalau bisa mengerti Trigonometri
Pasti bisa memahami perasaan hati mu

Ketidaksamaan yang begitu indah
Telah sirna di telan oleh bumi
Peluang cinta kita dihambat bagaikan Trigonometri
Oh....Trigonometri...
aku sangat ingin memahami kamu...

pantun matematika lucu

Pantun Matematika
 
 
Satu titik 
Dua koma
Adik yang cantik
Siapa yang punya

Dua tambah tiga
Sama dengan lima
Kalo kamu suka sama saya
Bilang saja

Empat kali empat
Sama dengan enam belas
Kalau lagi sempat
Harap dibalas

Lima kali lima
Sama dengan dua puluh lima
Kalau cuma ingin bergaya
Jangan dekati saya

Tujuh kali tujuh
Sama dengan empat puluh sembilan
Setuju atau tidak setuju
Itulah pilihan

Dua tambah satu
Sama dengan tiga
Aku setuju
Kalau kamu menerima

Dua tambah tujuh
Sama dengan sembilan
Saya setuju
Kalau kamu beli cemilan

Tiga tambah dua
Sama dengan lima
Suka atau tidak suka
Harus diterima

Sepuluh kurang enam
Sama dengan empat
Ayo kita senam
Agar badan sehat

Sembilan tambah dua
Sama dengan sebelas
Kalau suka matematika
Ayo jangan malas

Satu tambah satu
Sama dengan dua
Aku aku aku
Yang selalu juara

bilangan hilang (bilangan riil)

Cerita singkat bilangan yang hilang

Picture
     Bilangan genap 1 – 20 ketika itu sedang berkumpul, tiba- tiba ketua bilangan riil meminta untuk bilangan genap berbaris. Para bilangan genappun segera berbaris. Saat itun sang ketua bilangan riil menghitung jumlah bilangan genap yang berbaris.

      Bilangan genap merasa ada kawannya yang hilang mereka bingung dan takut dimarahi oleh bilangan riil. Kemudian bilangan riil mulai menghitung. Ternyata setelah dihitung hanya ada 9 bilangan genap tanpa angka nol. Bilangan riilpun marah, dan segera menyuruh bilangan genap lain untuk mencari bilangan yang hilang.

    Mereka bingung bilangan berapa yang hilang sebenarnya. Tiba-tiba di tengah keributan perdebatan itu, bilangan 2 mengemukakan pendapat. Bagaimana kalau kita tentukan sebenarnya siapa yang tidak hadir.

      Idenya langsung disambut hangat, 2 meminta teman-temannya berjejer dari bilangan terkecil sampai terbesar. Ternyata urutan terakhir yang belum ada. Kemudian mereka menggunakan rumus baris dan deret. Untuk menentukan bilangan yang hilang adalah dengan cara Bilangan selanjutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya ditambah dua. Bilangan terakhir adalah 16 maka bilangan yang hilang itu adalah bilangan 16 + 2 = 18.
     

      Kabar itupun segera dilaporkan pada bilangan riil. Ternyata bilangan ril itu baru sadar kalau dia adalah bilangan yang hilang tersebut karna dia adalah bilangan 18 yang merupaka ketua himpunan bilangan riil.

      Bilangan genap 1 – 20 ketika itu sedang berkumpul, tiba- tiba ketua bilangan riil meminta untuk bilangan genap berbaris. Para bilangan genappun segera berbaris. Saat itun sang ketua bilangan riil menghitung jumlah bilangan genap yang berbaris.

      Bilangan genap merasa ada kawannya yang hilang mereka bingung dan takut dimarahi oleh bilangan riil. Kemudian bilangan riil mulai menghitung. Ternyata setelah dihitung hanya ada 9 bilangan genap tanpa angka nol. Bilangan riilpun marah, dan segera menyuruh bilangan genap lain untuk mencari bilangan yang hilang.

    Mereka bingung bilangan berapa yang hilang sebenarnya. Tiba-tiba di tengah keributan perdebatan itu, bilangan 2 mengemukakan pendapat. Bagaimana kalau kita tentukan sebenarnya siapa yang tidak hadir.

      Idenya langsung disambut hangat, 2 meminta teman-temannya berjejer dari bilangan terkecil sampai terbesar. Ternyata urutan terakhir yang belum ada. Kemudian mereka menggunakan rumus baris dan deret. Untuk menentukan bilangan yang hilang adalah dengan cara Bilangan selanjutnya diperoleh dari bilangan sebelumnya ditambah dua. Bilangan terakhir adalah 16 maka bilangan yang hilang itu adalah bilangan 16 + 2 = 18.
 

     Kabar itupun segera dilaporkan pada bilangan riil. Ternyata bilangan ril itu baru sadar kalau dia adalah bilangan yang hilang tersebut karna dia adalah bilangan 18 yang merupaka ketua himpunan bilangan riil.

By : Ririn Ayu Novella

Permainan menebak tanggal lahir matematika

PERMAINAN MATEMATIKA : Menebak Tanggal Lahir Orang Lain 

Picture
Begini, misalnya anda memilki seorang yang sedang ditaksir lalu anda tidak menetahui hari ulang tahunnya, maka anda dapat menggunakan permainan ini untuk mengetahui hari ulang tahunnya.

Begini cara pertamanya:

Ada tiga option yang hrus dipilih salah satu pada langkah pertama ini :

1. Apabila teman anda (yang anda ingin ketahui tanggal lahirnya) cukup pandai dalam menghitung, maka suruh dia memegang kertas/buku beserta pulpen (untuk coret-coretan menghitung tentunya).

2. Apabila teman anda (yang anda ingin ketahui tanggal lahirnya) tidak cukup pandai dalam berrhitung , maka suruhlah dia memegang kalkulator (untuk digunakan menghitung nanti tentunya)

3. Apabila teman anda (yang anda ingin ketahui tanggal lahirnya) tidak bisa berhitung sama sekali dan tidak bisa menggunakan kalkulator,mending jangan diteruskan permainan ini,soalnya nanti sis-sia saja (ya iya lah).

Kemudian suruh teman anda untuk melakukan perhitungan ini:

A.      Mengalikan tanggal lahirnya dengan 5 (tanggal lahir dia X5).

B.      Hasil perhitunagn pada langkah A tambahkan dengan 6 (hasil A+6)

C.      Hasil perhitunagn pada langkah B kalikan dengan 4 (hasil B×4).

D.      Hasil perhitunagn pada langkah C tambahkan dengan 9 (hasil C+9).

E.       Hasil perhitunagn pada langkah D kalikan dengan 5 (hasil D×5).

F.       Hasil perhitunagn pada langkah E tambahkan denagn bulan kelahirannya.

(NB: Januari = 1, Februari = 2, dst)

Setelah langkah A sampai dengan F selesai, mintalah teman anda untuk memberitahukan hasil perhitunganny kepada anda, lalu anda kurang hasil yang diberitahukan teman anda itu  dengan angka kunci ,yaitu 165 (hhasil perhitungan – 165 ) nah lalu anda sekarang sudah mengetahui tanggal lahir teman anda.

Contoh:

Hasil perhitunagn tanggal lahir saya melalui langkah A sampai dengan F adalah 1767. Hasil itu dikurungi 165, jadi 1767-165=1620. Yap 1602 itu menunjukan tanggal lahir saya, yaitu tanggal 16 bulan 2.

Sekang anda dapat mencobanya sendiri dan buat kagum teman anda . SELAMAT MENCOBA!

PUISI BARIS DAN DERET ARITMATIKA

BARIS DERET SEBAGAI MOTIVATOR HIDUP

by : RIRIN AYU NOVELLA

Selasa, 24 November 2015

persahabatan bagaikan matematika

SAHABAT KAU BAGAIKAN MATEMATIKA
by: ririn ayu novella

Sahabat  kau bagaikan matematika . . .
Kau itu seperti bilangan real yang aku suka
didalam bilangan real terdapat alas 
alas dari itu ialah kepercayaan persahabatan
didalam sebuah hubungan persahabatan
hubungan yang bagaikan lingkaran,
dimana didalamnya kita itu diameternya
dan membuat persahabatan kita saling menyatu
Sahabat kau bagaikan matematika . . .
Kau itu bagaikan program linear
disaat kita bertengkar selalu ada cara untuk berbaikan
Meskipun dikelilingi banyak insan
hanya dirimu titipan tuhan untukku.
tidak perlu kita mengukur kadar persahabatan
Karna aku tahu dihati kita saling memiliki koordinat 
yang menunjukkan kita selalu bersama
Sahabat kau bagaikan matematika. . .
Saat aku bersamamu diriku bagaikan hasil yang menyenangkan
Karna diriku sangat bahagia saat bersamamu
Kita layaknya seperti  pecahan biasa
Karna hasiln pecahan itu tidak selalu bulat
Selalu bimbang saat sebuah masalah menghampiri kita
Sahabat kau bagaikan matematika . . .
Kau bagaikan bilangan positif
mengajari diriku dalam hubungan persahabatan saling mempercayai
Agar diriku tak terjatuh kedalam rumus yang salah
Selama kita bersama, tidak ada diskriminan antara kita
Hal yang kita rencanakan walaupun bagai  kalkulus
harus diselesaikan agar semua itu tercapai
Kita bagaikan angka nol pada garis bilangan
Masih sangat labil dalam sebuah keputusan